contoh perhitungan harga wajar saham perusahaan tbk

Cara Menghitung Harga Wajar Saham dan Contohnya

Harga wajar saham (fair value of stock) adalah harga yang mencerminkan nilai sebenarnya dari suatu saham berdasarkan fundamental perusahaan. Banyak investor mencari saham yang undervalued (harga lebih rendah dari nilai wajarnya) sebagai strategi investasi jangka panjang. Sebaliknya, saham yang overvalued (harga lebih tinggi dari nilai wajarnya) cenderung dihindari karena berisiko mengalami koreksi harga.

Untuk menentukan apakah suatu saham overvalued atau undervalued, investor menggunakan berbagai metode valuasi, termasuk Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

Metode Perhitungan Harga Wajar Saham

1. Price to Earnings Ratio (PER)

PER mengukur perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham (Earnings Per Share atau EPS). Rumus PER = Harga Saham ÷ EPS.

Interpretasi PER:

  • PER rendah berarti saham undervalued, tetapi bisa juga menunjukkan perusahaan sedang mengalami kesulitan.
  • PER tinggi bisa menunjukkan ekspektasi pertumbuhan tinggi, tetapi juga bisa berarti overvalued.
  • PER dibandingkan dengan rata-rata industri untuk menilai apakah suatu saham mahal atau murah.

Contoh Perhitungan PER: Misalkan harga saham PT ABC adalah Rp1.000 dan EPS-nya adalah Rp50, maka PER = 1.000 ÷ 50 = 20.

Jika rata-rata PER industri adalah 15, maka saham PT ABC bisa dianggap mahal (overvalued) karena P/E ratio sebesar 20 lebih tinggi dari rata-rata industri.

2. Price to Book Value (PBV)

PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan (Book Value per Share atau BVPS). Rumus PBV = Harga Saham ÷ BVPS.

Interpretasi PBV:

  • PBV < 1: Saham undervalued, harga saham lebih rendah dari nilai asetnya.
  • PBV = 1: Harga saham sebanding dengan nilai asetnya.
  • PBV > 1: Saham overvalued, harga lebih tinggi dari nilai asetnya.

Contoh Perhitungan PBV: Jika harga saham PT ABC Rp1.000 dan nilai buku per sahamnya Rp500, maka PBV = 1.000 ÷ 500 = 2.

Jika rata-rata PBV industri adalah 1,5, maka saham ABC dianggap mahal karena P/B ratio sebesar 2 lebih besar dari rata-rata industri.

Contoh Cara Menghitung Harga Wajar Saham Perusahaan

Mari ambil sampel pada perusahaan Unilever (UNVR). Berdasarkan data RTI Business (4 Oktober 2021), diketahui:

  • Harga saham UNVR: Rp3.980
  • EPS UNVR: Rp160
  • BVPS UNVR: Rp105
  • Rata-rata PER industri: 20
  • Rata-rata PBV industri: 8

Perhitungan P/E Ratio UNVR: Karena PER UNVR lebih tinggi dari rata-rata industri (24,9 > 20), ini menunjukkan bahwa harga saham UNVR relatif mahal dibandingkan industri.

Perhitungan P/B Ratio UNVR: Karena PBV UNVR jauh di atas rata-rata industri (37,9 > 8), saham UNVR dapat dianggap overvalued.

Kesimpulan dan Pandangan Akhir

Berdasarkan metode PER (P/E Ratio) dan PBV (P/B Ratio), saham UNVR saat ini tampak overvalued dibandingkan dengan industri sejenis. Namun, PER dan PBV bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga wajar saham. Investor harus mempertimbangkan faktor lain seperti prospek pertumbuhan, kondisi ekonomi, dan tren industri sebelum mengambil keputusan investasi.

Metode ini dapat digunakan untuk menilai saham lain guna menemukan peluang investasi terbaik. Dengan memahami cara menghitung harga wajar saham, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan rasional.

Leave a Comment

Scroll to Top